14.10.08

Kartu Lebaran dari Mesir


Tak terasa Ramadhan telah berlalu. Kini datanglah bulan Syawal yang penuh kebahagiaan dan keceriaan. Orang-orang berbondong saling berkunjung, berlomba-lomba memberi dan meminta maaf. Bahkan orang-orang yang berada jauh dari kampung halamannya pun rela menempuh jarak, pulang, untuk memburu maaf dan terlahir kembali sebagai insan yang suci. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang karena satu dan lain hal tidak bisa kembali ke kampung halamannya? Muallaqat mendapat kiriman email dari Ibu Rahima yang kebetulan harus merayakan lebaran kali ini di Mesir. Ibu Rahima adalah istri seorang staff di Kedutaan Besar RI di Kairo yang harus menemani suaminya yang tetap bertugas meski libur lebaran. Bagaimana beliau dan keluarga menikmati lebaran di Mesir? Simak penuturannya di sini.


Senyampang masih bulan Syawal seluruh keluarga Muallaqat Forum Jogjakarta mengucapkan selamat Idul Fitri 1429 H mohon maaf lahir batin. Agak terlambat sebetulnya, namun bagaimana lagi ini karena mengikuti jadwal kerja Muallaqat Forum yang memang agak berlainan dengan jadwal kerja pada umumnya. Meskipun demikian, keterlambatan ini tidak mengurangi ketulusan dan kesungguhan kami dalam meminta maaf. Terima kasih kepada Anda yang telah bersedia mampir di webblog kami ini. Terima kasih yang dalam untuk Anda yang terus menanti-nanti posting-posting terbaru dari kami:)

Read more...

31.8.08

Menikmati Ramadhan dengan Kuliner Arab



Mrhaban yaa Ramadhan.... Meski bulan ini identik dengan ibadah, ada satu hal yang juga tidak bisa dilepaskan dari bulan Ramadhan, menu-menu istimewa. Cobalah tengok di jalanan, begitu sore menjelang, rentetan penjual makanan pun ramai menanti pembeli. Berbagai jenis makanan yang tidak kita temukan di hari-hari biasa, kini bermunculan. Alhasil, perut dan lidah kita pun serasa dimanjakan.

Memang enak sekali. Ibadah sambil memanjakan perut, memanjakan perut sambil ibadah. Untuk beribadah orang butuh makanan, untuk mengendalikan nafsu makannya orang butuh ibadah. halah!... Tp ngomong-ngomong dah pernah nyoba resep dari Arab? Nah, ini waktu yang tepat buat uji dapur. Klik di sini atau di sini atau di sini untuk dapatkan resepnya dan tunggu resep-resep masakan berikutnya.
Read more...

26.8.08

Selamat Jalan Mahmud Darwish...

"I come from there."..

I come from there. I render the sky unto her mother
When the sky weeps for her mother.
And I weep to make myself known
To a returning cloud.
I learnt all the words worthy of the court of blood
So that I could break the rule.
I learnt all the words and broke them up
To make a single word: Homeland.....

Pada Minggu (10/8) yang lalu, Mahmud Darwish seorang penyair besar Palestina meninggal dunia di Memorial Hermann Hospital, Houston, Amerika Serikat. Darwish meninggal dunia dalam usia 67 tahun setelah kritis karena penyakit jantung yang telah lama dideritanya. Untuk mengenang kematian sang penyair besar ini pemerintahan presiden Mahmud Abbas pun mengumumkan masa berkabung selama tiga hari. Baca berita selengkapnya di sini.
atau di sini

Read more...

Mengenang Najib Mahfuz

“Untuk Najib Mahfuz dengan penuh rasa hormat pada kebesaran dan kehangatan cintanya serta rasa terima kasih yang tulus untuk pencerahan dan kenikmatan saat membaca buku-bukunya. -Nadine Gordimer, Kairo 2005."


Begitulah kata-kata yang ditulis oleh novelis peraih Nobel dari Afrika Selatan Nadine Gordimer ketika memberikan salah satu bukunya sebagai hadiah untuk Najib Mahfuz, seorang novelis asal Mesir yang juga pernah mendapatkan hadiah Nobel. Kata-kata tersebut tentu bukan sekedar basa-basi namun mencerminkan apa yang ada di dalam hatinya. Suatu kekaguman yang diakuinya sendiri dalam sebuah kesempatan bertemu langsung dengan Mahfuz.

Tidak berlebihan memang jika puja-puji yang begitu takzim itu dilontarkan. Mahfuz adalah sosok besar yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk dunia tulis menulis. Keseriusan, ketekunan, totalitas, konsistensi, keberanian menempuh risiko, keteguhan, semua itu bisa ditemukan dengan mudah dalam prestasinya yang luar biasa. Najib Mahfuz adalah tonggak kesusastraan Arab yang menjulang tinggi sehingga seseorang harus benar-benar menyiapkan diri untuk melampauinya. Inilah pekerjaan berat yang harus dipikul generasi para penulis Mesir (Arab) sesudahnya.

Sepanjang hidupnya, Najib Mahfuz telah menulis puluhan novel dan cerita pendek, serta skenario film yang kemudian diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Ia adalah sastrawan gila kerja yang sangat produktif. Produktivitasnya bahkan tidak terhenti meski ia telah berusia lanjut, dan tak mampu lagi menuliskan kata-katanya sendiri. Kematianlah yang kemudian menghentikannya.

Bulan ini dua tahun lalu Najib Mahfuz meninggal dunia setelah beberapa saat mengalami kritis dan dirawat di rumah sakit. Karier kepenulisannya yang panjang, produktivitasnya yang luar biasa, dan capaiannya yang menakjubkan membuatnya pantas disebut sebagai master novel Arab. Lebih dari itu ia adalah seorang novelis yang kehidupannya sekaligus menjadi sejarah Novel Arab itu sendiri. (Baca tulisan lain mengenai Najib Mahfuz)


Read more...